Oleh : Tajun Nashr
K
|
ita
patut bersyukur kepada Allah yang memberikan kita ni’mat yang tidak terhingga, nikmat yang membuat seorang
penyair kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya, ni’mat yang membuat seorang
penulis kehabisan tinta untuk menuliskannya. Dan diantara kenikmatan itu adalah
kemudahan yang diberikan oleh Allah bagi kita untuk menyebarkan dakwah di
tengah-tengah masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta Indonesia saat ini.
Jika kita menengok gerakan dakwah puluhan tahun yang lalu, maka kita bisa menyaksikan betapa sulitnya para pendahulu kita untuk menyebarkan ajaran yang sebenar-benarnya. Bahkan salah seorang pimpinan salah satu organisasi dakwah pernah menceritakan : “Beneran, waktu itu sangat sulit sekali kita mencari tempat untuk ngaji, sampai-sampai kita nyewa ambulance, orang-orang pasti bingung waktu itu, ini siapa yang mati koq dari tadi nih ambulance muter-muter gak karuan...”
Waktu terus bergulir, tahun demi tahun, keadaan
pun beruba 180 derajat. Coba kita perhatikan saat ini dakwah-dakwah yang ada
khususnya dakwah kampus seakan bergulir semakin kencang dan semakin marak.
Kemunculannya pun tidak hanya di kampus-kampus agama saja, tetapi kampus-kampus
umum hampir bisa dipastikan terdapat kegiatan-kagiatan dakwah disana. Kampus identik dengan
mahasiswa, dan mahasiswa identik dengan kaum muda. Jika kekuatan islam dibangun dari kalangan muda
tentunya akan memberikan harapan yang cerah bagi islam, sebab pemuda hari ini
adalah calon-calon pemimpin masa depan


