Minggu, 18 Mei 2014

Koalisi Ala Rasulullah



Koalisi Ala Rasulullah


Marilah kita kembali sejenak ke 14 abad yang lalu, lebih tepatnya beberapa tahun sebelum perjalanan hijrah. Pada saat itu kondisi ummat islam di Makkah berada dalam tekanan kafir Quraisy, khususnya pasca wafatnya ummul mu’minin, Khadîjah bintu Khuwailid dan paman Nabi r, Abu Thâlib. Maka siksaan yang diberikan oleh mereka pun semakin menjadi-jadi.

Singkat cerita, sekembalinya Rasulullah r dari Thâ’if dan mendapatkan penolakan bahkan lemparan batu dari penduduknya, maka beliau pun memikirkan strategi lain guna menyelamatkan dakwah dan agama ini. Akhirnya beliau pun memutuskan untuk meminta bantuan kepada kabilah-kabilah arab yang datang ke Makkah di musim haji. Beliau berusaha memperkenalkan dan menawarkan kepada mereka dakwah ini, dengan harapan mereka menerimanya, kemudian beliau meminta janji setia mereka untuk menolong serta memberikan perlindungan kepada beliau dalam dakwahnya.
           
Di antara kabilah-kabilah tersebut adalah bani ‘Âmir bin Sha’sha’ah. Alasan Rasulullah r memilih kabilah ini adalah karena mereka dikenal sebagai kabilah yang memiliki armada perang yang besar dan memiliki kedudukan yang disegani. Bahkan mereka adalah salah satu di antara 5 kabilah yang tidak pernah kalah dalam peperangan, tidak menginduk ke kekerajaan tertentu serta tidak pernah membayar pajak seperti Quraisy dan Khuzâ’ah.

Alasan lain pemilihan bani ‘Âmir adalah karena adanya permusuhan antara mereka dan bani Tsaqif yang telah mengusir Rasulullah r dari Tha’if. Sehingga diharapkan dengan bergabungnya bani ‘Âmir akan bisa melindungi Rasulullah r  dan ummatnya dari bani Tsaqif yang menyerang Nabi r dari dalam. Proses negosiasi pun dilakukan, dengan ditemani oleh Abu Bakar maka Rasulullah r pun memberikan penawaran kepada para pembesar mereka tentang dakwah yang beliau emban.

Kemudian salah seorang dari mereka yang bernama Baiharah bin Firâs berkata kepada kaumnya, “Demi Allah seandainya kita bersama dengan pemuda ini maka kita akan bisa menguasai jazirah arab.” Lalu dia berkata kepada Rasulullah r, “Jika kami telah membai’atmu dan bersedia menolongmu, kemudian Allah memberikan kemenangan untukmu, apa yang akan kami dapatkan? Apakah kami akan menjadi pemimpin setelah engkau?.” Ketika melihat motivasi lain dari mereka maka Rasulullah r  bersabda : “Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada kalian, karena Allah memberikan kepemimpinan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.”

Mendengar hal tersebut maka Baiharah pun marah dan mengatakan “Apakah jika nanti kami mempertaruhkan nyawa kami untukmu guna menghadapi orang Arab, sehingga Allah memenangkanmu atas mereka, namun kemudian kepemimpinan akan dipegang orang selain kami?! Jika demikian, maka kami sama sekali tidak tertarik pada tawaranmu ini!” Maka mereka pun menolak negosiasi tersebut.

Peristiwa di atas menunjukkan kepada kita, bahwa Rasulullah r adalah seorang ahli politik dan strategi yang handal. Ketika dakwah beliau menemui hambatan besar dan penghalang yang sulit ditembus, maka beliau berusaha mencari jalan lain. Jalan yang beliau tempuh pun bukan jalan sembarangan. Beliau berusaha menghadapi kekuatan dengan kekuatan. Ketika kaum Quraisy bertindak sewenang-wenang terhadap kaum muslimin yang waktu itu masih lemah dari segi kekuatan militer maka beliau pun berusaha membangun kekuatan yang bisa mengimbangi kekuatan Quraisy.

Namun  yang patut kita perhatikan di sini adalah tentang betapa matangnya pertimbangan dan betapa jauhnya pandangan Nabi r untuk masa depan dakwah ini. Kita bisa melihat ketika ada indikasi dari bani ‘Âmir bahwa ada motivasi mendapatkan kekuasaan di balik pertolongan yang mereka berikan, maka beliau pun menjelaskan dengan gamblang bahwa beliau tidak bisa menjanjikan hal ini kepada mereka.

Itu beliau lakukan karena hakikat dari dakwah islamiyah ini adalah dakwah kepada Allah. Dan diantara syarat pokok bagi orang yang percaya dan mau menolong agama ini adalah harus ikhlash karena Allah dan mencari ridlo-Nya. Inilah sebenarnya poin terpenting dari peristiwa ini. Ya, Keikhlasan dan Pengharapan ridlo Allah  adalah salah satu syarat mutlak diterimanya amalan yang kita lakukan. Hal ini karena tujuan yang diharapkan oleh seseorang berpengaruh terhadap usaha-usaha yang dia lakukan untuk menggapainya.

Memang tidak salah pernyataan yang mengatakan bahwa dengan memiliki kekuatan dan kekuasaan, maka perjalanan dakwah ini akan menjadi semakin mudah, dan cita-cita untuk menegakkan kalimat Allah di seluruh muka bumi akan semakin mungkin untuk diwujudkan. Namun yang patut kita perhatikan adalah setiap orang yang sudah berniat berjuang di jalan Allah  tidak boleh memberikan syarat bahwa dia harus mendapatkan jabatan atau keuntungan duniawi tertentu. Karena dakwah ini adalah dakwah milik Allah, maka Allah lah yang akan menentukan siapapun yang dikehendaki-Nya untuk ditempatkan di posisi mana pun.

Ketika sudah memasuki ajang dakwah, maka seorang da’i harus memulai niatnya untuk mengharapkan ridlo Allah kemudian beramal untuk mengangkat panji-panjinya. Karena ketika jabatan menjadi tujuan utama yang menyibukkannya, maka ini merupakan pertanda bahaya yang mengisyaratkan bahwa ada polusi yang mengotori kemurnian niatnya. Untuk itulah maka Yahya bin Mu’âdz Ar-Râzi berkata : “Tidak akan beruntung orang yang tercium darinya bau kekuasaan.”

Beliau juga seakan mengajarkan kepada para politisi sekarang tentang kaidah dalam bekerja sama dengan kelompok lain (koalisi)  dalam rangka memperjuangkan syari’at Allah. Bahwa definisi politik itu tidak hanya terbatas pada kesepakatan transaksional ‘kami dukung anda kami dapat apa’.  

Namun lebih dari itu, definisi dari politik atau dalam bahasa Arabnya as-siyasah berarti seni mengelola negara dan masyarat. Sebagai pengelola (manajer) tentunya harus tunduk pada pemilik barang yang dikelola agar menghasilkan keuntungan bersama, bukan malah memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Inilah salah satu prinsip politik yang diajarkan islam, berawal dari langkah politik yang di landasi dengan keikhlasan inilah akhirnya Allah memberikan kepada Rasulullah r pengganti dan penolong yang lebih baik dari bani ‘Âmir. Ya, merekalah kaum Anshar yang telah berjanji setia kepada Rasulullah r dan mengorbankan semua yang mereka miliki di jalan Allah. Dan berawal dari Madinah inilah akhirnya cahaya islam bisa memancar ke seluruh dunia.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.
“Sungguh pada diri Rasulullah r itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir, serta orang yang banyak mengingat Allah.” (Al-Aĥzâb : 21)

Referensi :
1.    As-Sîrah An-Nabawiyyah. Ibnu Hisyâm. Darut Taqwa – Madinah Al-Munawwarah : 2004.
2.    As-Sîrah An-Nabawiyyah, ‘ardlu waqa’I’ wa tahlîl ahdâts. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallâbiy. Dâr Ibnu Hazm. Cetakan Pertama. Kairo : 2008

Rabu, 12 Maret 2014

TANGGUNG JAWAB VS TANGGUNG MALU

Hikmah dibalik anjuran Menikah dan larangan Berzina

S
alah satu tabiat syari’at agama islam adalah cocok untuk setiap masa dan tempat. Karena agama ini adalah agama terakhir yang diturunkan kepada Nabi akhir zaman, sehingga risalah yang dibawa pun bersifat universal. Untuk itulah maka peraturan-peraturan yang ada dalam syari’at islam pun bertujuan untuk kemaslahatan ummat manusia, atau sering diistilahkan oleh para pakar ushu fiqih sebagai maqashid as-syari’ah.

Yang dimaksud dengan Maqashid Syari’ah adalah : Tujuan, visi dan target yang ada di balik pensyari’atan hukum-hukum islam.[1]

Tujuan-tujuan tersebut mencakup 5 hal : Menjaga agama, jiwa, akal, nasab dan harta.[2] Di antara contoh penerapan maqasid syari’ah dalam hukum islam adalah diharamkannya zina dan jalan-jalan yang bisa mengantarkan pada larangan tersebut. 

Jumat, 07 Februari 2014

FIQIH YANG DULU BUKANLAH YANG SEKARANG

Sejarah Istilah Fiqih dan Kitab Fiqih Pertama yang Disusun



S
alah satu cabang ilmu dalam islam yang merupakan bukti ril bahwa agama ini adalah agama yang dibangun di atas ilmu dan pemahaman adalah ilmu fiqih. Ilmu ini merupakan ilmu yang luar biasa, karena ilmu ini dihasilkan dari pengambilan kesimpulan hukum dari sumber utama dalam islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Orang-orang yang mengambil kesimpulan hukum pun bukan orang-orang sembarangan. Kita bisa membaca sejarah ulama terdahulu, terutama para mujtahid di bidang ilmu ini. Sebelum menjadi ahli fiqih, mereka melewati beberapa proses pengakaran ilmu yang luar biasa. Proses tersebut dimulai dengan menghafal Al-Qur’an ketika mereka masih di usia anak-anak. Kemudian, ketika menginjak remaja mereka mulai menghafal hadits.

Ketika memasuki usia pemuda, mereka belajar ilmu tafsir, ilmu hadits dan ilmu alat lainnya. Barulah ketika sudah dewasa mereka mempelajari ilmu fiqih. Di mana pada waktu itu mereka telah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi seorang mujtahid yang memiliki otoritas untuk mengambil kesimpulan hukum syar’I, sebab mereka memang tumbuh di bawah iklim ilmu . Sehingga ijtihad yang mereka hasilkan pun merupakan ijtihad yang memiliki pondasi yang kokoh.

Minggu, 05 Januari 2014

SUSUNAN PANITIA DM 2 KAMMI DAERAH JAKARTA (22-26 Januari 2014)


Berikut ini susunan kepanitiaan DM 2 KAMMI Daerah Jakarta yang akan diselenggarakan pada 22-26 Januari 2014.

Mohon bantuan dan kerjasama dari teman-teman semua untuk kesuksesan acara kita. syukran.



No
NAMA LENGKAP
AMANAH DI KAMMI
NO TELPON
HP
STEERING COMMITTE

1
2
3
4
5
6
7
Abi Subhan Rachmat
Muhammad Kalim Shiddiqi, SE.I
Wijaya, ST
Achmal Junmiadi
Agus Nur Hakim, S.Pd.I
Anisa Prasetyo Ningsih
Siti Maulitus Zuhro, S.Th.I
Ketua Umum KAMMJA
Sekretaris Umum KAMMJA
Ketua Dept. Kaderisasi KAMMJA
Ketua Dept. KP KAMMJA
Staff Dept. Kaderisasi KAMMJA
Ketua BPP KAMMJA
Staff Dept. Kaderisasi KAMMJA
08561005650
081287790370
085288218818
085715882826
085311759327
08989989570
085691762126
ORGANIZING COMMITTE
1
2
4
Tajun Nashr (Ketua Pelaksana)
Nurul Wafia (Sekretaris I)
Kartika Ande (Sekretaris II)
Yulianti S.Th.I (Bendahara)
Staff Dept. Kaderisasi KAMMJA
Ketua Biro KESTARI KAMMJA
Staff Dept. Kaderisasi KAMMJA
Staff Dept. Sosmas KAMMJA
085649768904
08881785157
089653665220
085778750175
ACARA
5
6
7
8
9
10
11
12
13
15
14
15
A.  Najmu Fuadi (Koord)
Aziz S. Bekti
Ibadurrahman
Hendri
Eko Haryanto
Jimmy Julian
Pipiet Sulatri, S.Pd.
Ii Imas Sa’idah
Nurul Lathifah
Nur Izzati Al Aqshiyah
Vani Amalia
Iqbal
Staff Dept. KP KAMMJA
Staff Dept. Kaderisasi KAMMJA
Ketua Komisariat LIPIA
Ketua Komisariat MABDA
Kadep. Kaderisasi Komisariat UNJ
Ketua Dept. KP Komisariat UNJ
Staff Dept. Pekom KAMMJA
Bendahara Umum KAMMJA
Staff BPP KAMMJA
Koordinator Akhwat Komisariat UNJ
Kadep. Kaderisasi UHAMKA
Staff Kaderisasi Komisariat UNJ
085735562734
085714622007
085710345330
082330505185
085717057534
085768344600
085710393887
08568847811
087883049137
085718953229
085691597744
085691823064
HUMAS, PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
16
17
18
19
20
21
22
Junaedi M, S.Sos (Koord)
Derysmono
M. Sahid Sundana
Adnan Kasofi
Hernawati, S.Pd
Fika  Hokama, S.Th.I
Vanny Destrianto P
Ketua Dept. Humas KAMMJA
Staff Dept. Humas KAMMJA
Staff Dept. Humas KAMMJA
Ketua Komisariat UNJ
Staff Dept. Humas KAMMJA
Staff Dept. Humas KAMMJA
Ketua Komisariat AL HIKMAH
085715328265
085284679674
085718748207
085881122991
08999848860
081511134744
085278169396
DANA DAN USAHA
24
25
26
27
28
29
Mukhtar Siddiq (Koord)
Yanuar Catur, S.Pd
Eko Andriyawan, SE
Firdiansyah, S.Sos
Syafa’at Arifatul Huda, S.Pd
Roselina, S.S
Ketua Dept. Sosmas KAMMJA
Ketua Biro Danus KAMMJA
Staff Biro Danus KAMMJA
Ketua Dept. Pekom KAMMJA
Staff Biro Kestari KAMMJA
Staff Dept. Pekom KAMMJA
085790277279
08567699242
08567840807
081386430506
085781060052
08989854187
PERLENGKAPAN DAN AKOMODASI
30
31
31
32
33
34
35
36
37
Ahmad Sholeh (Koord)
Achmad Hidayat
Robby TW
Catur
Dwi Riyanto, S.Pd
Ilham Syahputra Pasaribu, S.AP
Ardhiyullah
Taqiyuddin
Rahmat Hidayat
Staff Dept. KP KAMMJA
Staff Dept. KP KAMMJA
Staff Dept. KP KAMMJA
Staff Dept. Humas KAMMJA
Staff Dept. Sosmas KAMMJA
Staff Dept. Pekom KAMMJA
Ketua Komisariat UHAMKA
Ketua Dept. Kaderisasi Komisariat MABDA
Bendahara Komisariat LIPIA
085716616251
085693177613
085777092214
08561002764
089601006075
081286099814
087884549068
089601005357
085716391526
KONSUMSI
39
Desti Rosmiati (Koord.)

Staff BPP KAMMJA

085710723416
 

Blogger news

Blogroll

About