Kamis, 13 Januari 2011

MENGEMBALIKAN PERSATUAN UMMAT DENGAN AQIDAH YANG KUAT

Oleh : Tajun Nashr

K
ita patut bersyukur kepada Allah yang memberikan kita ni’mat yang  tidak terhingga, nikmat yang membuat seorang penyair kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya, ni’mat yang membuat seorang penulis kehabisan tinta untuk menuliskannya. Dan diantara kenikmatan itu adalah kemudahan yang diberikan oleh Allah bagi kita untuk menyebarkan dakwah di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta Indonesia saat ini.


Jika kita menengok gerakan dakwah puluhan tahun yang lalu, maka kita bisa menyaksikan betapa sulitnya para pendahulu kita untuk menyebarkan ajaran yang sebenar-benarnya. Bahkan salah seorang pimpinan salah satu organisasi dakwah pernah menceritakan : “Beneran, waktu itu sangat sulit sekali kita mencari tempat untuk ngaji, sampai-sampai kita nyewa ambulance, orang-orang pasti bingung waktu itu, ini siapa yang mati koq dari tadi nih ambulance muter-muter gak karuan...”
Waktu terus bergulir, tahun demi tahun, keadaan pun beruba 180 derajat. Coba kita perhatikan saat ini dakwah-dakwah yang ada khususnya dakwah kampus seakan bergulir semakin kencang dan semakin marak. Kemunculannya pun tidak hanya di kampus-kampus agama saja, tetapi kampus-kampus umum hampir bisa dipastikan terdapat kegiatan-kagiatan dakwah disana. Kampus identik dengan mahasiswa, dan mahasiswa identik dengan kaum muda. Jika  kekuatan islam dibangun dari kalangan muda tentunya akan memberikan harapan yang cerah bagi islam, sebab pemuda hari ini adalah calon-calon pemimpin masa depan


Namun ada beberapa problematika yang mengiringi gerakan ini, diantaranya adalah adanya perbedaan dan perselisihan yang terkadang menjurus kepada pertentangan antara organisasi dakwah yang ada yang terkadang bisa menjurus kepada sikap saling menyalahkan bahkan saling menggunjing dan menghujat antar kelompok yang ada, bahkan kadang perkataan mereka tidak didasarkan pada alasan dan dalil yang kuat melainkan hanya di didasarkan pada sikap terlalu fanatik pada kelompoknya.
Hal ini tentunya tidak boleh dibiarkan terus berlarut-larut, sebab tentunya hal ini akan memberikan dampak negatif bagi para pelaku dakwah itu sendiri maupun bagi masyarakat luas. Ketika para da’i saling menghujat satu sama lain maka masyarakat akan menjadi bingung kepada siapa mereka akan berpihak.
Ada baiknya ketika terjadi suatu perbedaan pendapat dalam suatu masalah untuk duduk satu meja antar kelompok yang berbeda pendapat, kemudian didiskusikan baik-baik. Dengan cara tersebut maka akan ada sikap saling menghargai antara sesama pelaku dakwah, dan akan timbul suatu perasaan dan ikatan ukhuwah yang kuat.
Ingatlah akhir perkataan seorang  imam ketika akan merapatkan barisan sholat jama’ah :
......ولا تختلفوا فتختلف قلوبكم
Alangkah indahnya ketika barisan kita di luar sholat jama’ah sekuat barisan kita di dalam sholat, di sana tak ada perbedaan apakah dia dari golongan A atau golongan B, semuanya bersatu pada dalam satu shaf untuk tujuan yang satu yaitu beribah kepada Allah.
Jika kita merenungkan secara lebih mendalam sebenarnya akar dari permasalahan yang kita sebutkan di atas adalah kurangnya penguatan Aqidah dan Tauhid yang benar di kalangan para pelaku dakwah itu sendiri. Jika kita memiliki Aqidah yang kuat maka kita akan menyadari bahwasanya kita adalah ummat yang satu dan sesama muslim adalah saudara. Coba kita perhatikan beberapa hadits Nabi yang mengatakan bahwasanya diantara ciri orang yang beriman adalah orang yang menghormati tetangganya, orang yang menghormati tamunya serta orang yang mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Jika kita benar-benar mengaku sebagai orang yang beriman maka kita kan benar-benar menerapkan kaidah-kaidah ini untuk menjauhi pertikaian dan permasalahan yang ada.
Tentunya dengan catatan bahwasanya perbedaan yang ada adalah perbedaan dalam wilayah masalah khilafiyah, adapun ketika menyangkut permasalahan aqidah maka kita harus menyatukan barisan dan bersikap tegas dan membabat habis penyimpangan yang ada, tentunya juga dengan tata cara santun dan meminimilasir aksi-aksi anarkis selama masih memungkinkan

Meskipun merupakan sesuatu pekerjaan yang sangat berat untuk menyatukan seluruh ummat islam di dunia. Namun sesuatu yang besar itu dimulai dari sesuatu yang kecil, mari kita mulai menyatukan ummat islam dengan mencoba menyatukan gerakan-gerakan dakwah yang ada sehingga kita bisa mengembalikan persatuan ummat islam dengan membangun aqidah yang kuat. ALLAHU AKBAR!!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

i like your web. please visit as well our web www.learn-3arab.blogspot.com

 

Blogger news

Blogroll

About