Oleh : Tajun Nashr
K
|
ita
patut bersyukur kepada Allah yang memberikan kita ni’mat yang tidak terhingga, nikmat yang membuat seorang
penyair kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya, ni’mat yang membuat seorang
penulis kehabisan tinta untuk menuliskannya. Dan diantara kenikmatan itu adalah
kemudahan yang diberikan oleh Allah bagi kita untuk menyebarkan dakwah di
tengah-tengah masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta Indonesia saat ini.
Jika kita menengok gerakan dakwah puluhan tahun yang lalu, maka kita bisa menyaksikan betapa sulitnya para pendahulu kita untuk menyebarkan ajaran yang sebenar-benarnya. Bahkan salah seorang pimpinan salah satu organisasi dakwah pernah menceritakan : “Beneran, waktu itu sangat sulit sekali kita mencari tempat untuk ngaji, sampai-sampai kita nyewa ambulance, orang-orang pasti bingung waktu itu, ini siapa yang mati koq dari tadi nih ambulance muter-muter gak karuan...”
Waktu terus bergulir, tahun demi tahun, keadaan
pun beruba 180 derajat. Coba kita perhatikan saat ini dakwah-dakwah yang ada
khususnya dakwah kampus seakan bergulir semakin kencang dan semakin marak.
Kemunculannya pun tidak hanya di kampus-kampus agama saja, tetapi kampus-kampus
umum hampir bisa dipastikan terdapat kegiatan-kagiatan dakwah disana. Kampus identik dengan
mahasiswa, dan mahasiswa identik dengan kaum muda. Jika kekuatan islam dibangun dari kalangan muda
tentunya akan memberikan harapan yang cerah bagi islam, sebab pemuda hari ini
adalah calon-calon pemimpin masa depan
Namun ada beberapa problematika
yang mengiringi gerakan ini, diantaranya adalah adanya perbedaan dan
perselisihan yang terkadang menjurus kepada pertentangan antara organisasi
dakwah yang ada yang terkadang bisa menjurus kepada sikap saling menyalahkan
bahkan saling menggunjing dan menghujat antar kelompok yang ada, bahkan kadang
perkataan mereka tidak didasarkan pada alasan dan dalil yang kuat melainkan
hanya di didasarkan pada sikap terlalu fanatik pada kelompoknya.
Hal ini tentunya tidak boleh dibiarkan terus
berlarut-larut, sebab tentunya hal ini akan memberikan dampak negatif bagi para
pelaku dakwah itu sendiri maupun bagi masyarakat luas. Ketika para da’i saling
menghujat satu sama lain maka masyarakat akan menjadi bingung kepada siapa
mereka akan berpihak.
Ada baiknya ketika terjadi suatu
perbedaan pendapat dalam suatu masalah untuk duduk satu meja antar kelompok
yang berbeda pendapat, kemudian didiskusikan baik-baik. Dengan cara tersebut maka akan ada sikap
saling menghargai antara sesama pelaku dakwah,
dan akan timbul suatu perasaan dan ikatan ukhuwah yang kuat.
Ingatlah akhir perkataan
seorang imam ketika akan merapatkan barisan sholat jama’ah :
......ولا تختلفوا فتختلف قلوبكم
Alangkah indahnya ketika barisan
kita di luar sholat jama’ah sekuat barisan kita di dalam sholat, di sana tak
ada perbedaan apakah dia dari golongan A atau golongan B, semuanya bersatu pada dalam satu shaf untuk
tujuan yang satu yaitu beribah kepada Allah.
Jika kita merenungkan secara lebih
mendalam sebenarnya akar dari permasalahan yang kita sebutkan di atas adalah
kurangnya penguatan Aqidah dan Tauhid yang benar di kalangan para pelaku dakwah
itu sendiri. Jika kita memiliki Aqidah yang kuat maka kita akan menyadari
bahwasanya kita adalah ummat yang satu dan sesama muslim adalah saudara. Coba
kita perhatikan beberapa hadits Nabi yang mengatakan bahwasanya diantara ciri
orang yang beriman adalah orang yang menghormati tetangganya, orang yang
menghormati tamunya serta orang yang mencintai saudaranya sebagaimana dia
mencintai dirinya sendiri. Jika
kita benar-benar mengaku sebagai orang yang beriman maka kita kan benar-benar
menerapkan kaidah-kaidah ini untuk menjauhi pertikaian dan permasalahan yang ada.
Tentunya dengan catatan
bahwasanya perbedaan yang ada adalah perbedaan dalam wilayah masalah
khilafiyah, adapun ketika menyangkut permasalahan aqidah maka kita harus menyatukan
barisan dan bersikap tegas dan membabat habis penyimpangan yang ada, tentunya
juga dengan tata cara santun dan meminimilasir aksi-aksi anarkis selama masih
memungkinkan
Meskipun merupakan sesuatu pekerjaan yang sangat berat untuk menyatukan seluruh
ummat islam di dunia. Namun sesuatu yang besar itu dimulai dari sesuatu yang kecil, mari kita mulai menyatukan
ummat islam dengan mencoba menyatukan gerakan-gerakan dakwah yang ada sehingga kita bisa mengembalikan persatuan ummat islam dengan membangun aqidah yang kuat. ALLAHU
AKBAR!!



1 komentar:
i like your web. please visit as well our web www.learn-3arab.blogspot.com
Posting Komentar